Fenomena hidup
secara individualisditengah perkotaan adalah hal yang lumrah. Sebab para
penduduknya mayoritas pendatang dari beberapa daerah. Tujuan mereka beragam
untuk tinggal dikota, ada yang dikarenakan mereka bekerja, kuliah atau bahkan
sekedar investasi di tengah kota. Tak hayal jika mereka hanya mementingkan
kepentinganya pribadi dan megenyampingkankepentingan orang lain. tepat tanggal
1 januari 2017 kemarin, ditemukan seorang kakek meninggal dan diketemukan 6 jam
kemudian. Tak lain karena tidak ada tetangga yang mengetahui keadaan akek
tersebut. Sebab lingkunganya adalah di lingkungan kos dan kotrakan mahasiswa
yang mana sudah jelas tingkat individualis yang tinggi.
Tampilkan postingan dengan label Coretan Dinding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Dinding. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Januari 2017
Senin, 18 Juli 2016
Separuh Jiwaku Tertinggal Dikampung Perjuangan
Posted by iqbal ali wafa
On 07.40
| No comments
Kampung
perjuangan, taka asing terdengar oleh para pemburu kehidupan. Entah ilmu
ataupun harta untuk memmenuhi kebutuhan hidup. Kampong perjuangan kebanyakan
jauh dari kampong halaman bisa luar pulau atau luar negeri. Kadang dikampung
perjuangan malah menjadi kampong halaman. Mengapa tidak, dikampung perjuangan
ternyata mampu menjadi penduduk setempat entah didapat karena mendapatkan
pekerjaan atau menemukan pasangan hidup di kampong perjuangan. Banyak cerita
yang dapat kita dengardari kerabat dekat. Mereka saling bertemu ketika
dikampung perjuangan, entah saat menempuh pendidikan atau sekedar bekerja.
Kadang dapat menemukan kampong halamanya lagi, kadang tidak. Artinya jarang
pulang ke kampong halaman karena kesibukan di kampong perjuangan sehingga waktu
yang terbatas untuk kembali ke kampong halaman.
Sedikit kisah
dimana diambil dari kisah pribadi pada puasa ramadlan tahun 2016. Sepanjang
bulan ramadlan, doa setelah sholat ditambah dan lebih khusus. Mengapa demikian,
beberapa hari hati ini gundah karena hati ini sedang bersua dengan hati orang
lain. Entah saling tertarik atau hanya hati ini yang tertarik. Bahasa anak
gaulnya “bertepuk sebelah tangan”. Gimana coba peasaanya ketika sedang jatuh
cinta di kampong perjuangan ?
Dalam adab
belajar, ada beberapa sebab yang mempengaruhi penguasaan ilmu. Salah satunya
adalah gangguan hati alias gundah karena memikirkan sang kekasih hati yang tak
jelas statusnya. Dalam doa tersebut menjadi “ ya allah jika ia memang jodohku,
pertemukanlah kami dengan Cara-Mu dan jika ia bukan jodohku, berikanlah jodoh
yang jauh lebih baik tinimbang dia”.
Berdoa, tugas
kita adalah berdoa dan berusaha. Benar to? Kita berdoa. Masih ragu, dikabulkan
apa tidak? Masih yakin kalau dia adalah jodohmu walaupun sekarang masih
pacaran?. Mending berdoa yang baik saja daripada mendahului takdir atau
menebak-nebak takdir. Kok bisa seperti itu? Iya, sebab terlalu yakin kalau ia
jodoh kita dan sekarang lo masih belum jelas, lamaran ? belum. Kenalan ke orang
tua aja boro boro.
Iya sih, kemarin
sempat gundah karena si dia. Jatuh hati pada orang yang belum tentu sama jatuh
hatinya ke kita. Lalu apa yang bisa kita perbuat? DOA, mungkin itu solusinya
yang paling mudah. Apa lagi kita masih berada di kampong perjuangan, mencari
ilmu menari bekal dan mencari ridlo Tuhan pastinya. Lalu pertanyaanya, doanya
harus menggunakan bahasa arab? Tidak. Pakai bahasa yang kita bisa aja. Pelan
pelan agar sopan, masak minta kok keras keras dan berhadatz pula. Hahaha
Melanjutkan
cerita lagi, setelah liburan panjang dan jarang sekali berkomunikasi denganya.
Kini sudah mulai biasa, walaupun terkadang ingin menghubungi melalui telefon
atau sekedar sms. Namun, jarang dibales. Hahaha. Lalu kegundahan yang dulu
parah, kini biasa dan bahkan sering lupa. Mengapa demikian? Entah karena tidak
ada respon atau karena yang lain, atau jangan jangan aku takut ya? Hahaha.
Sesekali aku
membuka buku tentang doa yang mana doa yang kita panjatkan pada Allah pati
dikabulkan. Kita tidak boleh berputus asa (Mutiara Hikmah Ke 6 Dari Kitab Al
Hikam). Allah pasti menjamin akan dikabulkanya doa kita sesuai dengan
kehendak-Nya. Belum tentu yang menurut kita baik tapi disisi Allah juga baik
dan sebaliknya serta Allah akan mengabulkan sesuai dengan waktu yang dikehendaki-Nya
bukan waktu yang kita kehendaki. Dalam surat Al-Mukmin ayat 6 juga
diterangkanbahwa kita disuruh berdoa dan Allah akan mengabulkanya. Allah akan
memberikan dan memilihkan yang terbaik untuk kita meskipun belum tentu sesuai
dengan kita. Lawong doa nabi musa saja dikabulkan setelah 40 Tahun, apa lagi
kita? Manusia biasa.
Nah, biarpun
belahan hati tertinggal di kampung perjuanagan tak apalah. Berarti bukan dia
dan pasti akan diganti yang lebih sesuai dan baik untuk kita serta akan
diberikan pada waktu yang tepat. Benarkan ? dan aku punya sedikit kata-kata
untuknya “hai, aku suka kamu karena tuhanmu kan ku pinang kau karena tuhanku
dan ketahuilah tantangan didepan lebih berat dari bayangan kita”.
Malang,
15 Juli 2016
Iqbal
ali wafa .red)
Selasa, 28 Juni 2016
30 Menit Yang Lalu
Posted by iqbal ali wafa
On 15.16
| No comments
Langit
mendung, suasana terasa sepi. Dingin menusuk kulit yang belum terkena air. Mata
baru terbuka sesaat setelah terpejam dalam nyenyaknya tidur disiang hari. Ku
bawa mantel biru tuk sekedar menyelimuti si Vega yang kedinginan diluar sana.
Sambil ku lihat beberapa pasang sandal yang terlihat sangan ganjal. Lalu aku
terdiam sejenak dan mengingat tiga puluh menit sebelumnya. Aku teringat
beberapa orang yang selalu datang ke masjid tuk sholat namun selalu aku
berfikir, mengapa setelah mereka mandi dan sholat, selalu meninggalkan bekas
dikamar mandi. Terlihat air keruh, sabun disana sini dan pada siang ini sandal
sepasang tertukar. Entak sengaja atau tidak.mumpung di bulan ramadlan jadinya
berusaha mungkin khusnudzon. Mungkin ingin sandal yang lebih bagus dari
sandalnya.
Sabtu, 25 Juni 2016
Surat Tak Bertuan
Posted by iqbal ali wafa
On 15.40
| No comments
Diantara kita pasti pernah merasakan
sebuah keajaiban hubungan berkomunikasi tanpa ada hubungan baik berbicara
langsung maupun melalui media. Kalau bahasa jawa terkadang disebut “krentek”
yakni suatu komunikasi yang mana melibatkan filling yang tepat dan itu benar.
Memang tidak semua orang peka dengan ini. seperti contoh, seorang ibu akan
merasakan gelisah atau kefikiran terhadap anaknya dan pada saat itu juga
anaknya sedang mengalami masalah. Contoh lain yang dapat dirasakan adalah
ketika kita sedang berada dirantauan, dan tiba tiba memiliki maksud untuk
menghubungi ibunda dirumah. Namun belum sempat berbicara dan belum sempat
memegang telephone genggam. Tiba tiba terdengar deringan sms atau telepon dari
ibunda kita. Nah inilah yang dimaksud hubungan batin atau krentek.
Rindu Kutitipkan I
Posted by iqbal ali wafa
On 15.39
| No comments
Banyak cerita mengenai perjuangan cinta, baik para
pemuda maupun orang yang tua. mungkin cinta pada orang tua berbeda dengan cinta
para pemuda. Cinta orang tua dapat berupa cinta pada keluarganya entah anaknya,
istrinya atau cucunya. Jika dikaitkan dengan agama, maka cinta orang tua dapat
diartinkan banyak sekali. Salah satu cinta orang tua pada keluarganya adalah
bagaimana membentuk keluarga yang harmonis dan dapat mencukupi kebutuhan
keluarga serta berharap keluarga atau keturunanya lebih baik darinya. Namun
kita tidak banyak membahas itu.
Khusnudzon Sebagai Kunci Ketentraman
Posted by iqbal ali wafa
On 15.38
| No comments
Ketentraman,
apa yang anda rasakan ketika mendengarkan kata “tentram”? bukankah kententraman
adalah keinginan setiap manusia? Darimana ketentraman itu berasal? Mengapa
ketentraman hanya sesaat atau mungkin tak kunjung datang?.
Memang benar,
orang orang mengidamkan ketentraman dimana mereka rela berpindah atau bahkan
rela memodifikasi lingkungan agar mereka merasakan ketentraman. Tentram, damai,
kalau bahasa jawanya adem ayen tentrem loh jinawi, adalah salah
satu tujuan hidup manuisa. Mencari pekerjaan gar dapat makan, membeli sandang
pangan dan papan ujung ujungnya ia ingin mendapatkan ketentraman. Hidup rukun,
tiada permusuhan, tiada pertentangan diantara warga masyarakat, ujung ujungnya
mereka ingin ketentraman juga.
Benar itu tak mungkin
Posted by iqbal ali wafa
On 15.35
| No comments
Benar
merupakan hal yang ingin kita peroleh. Baik kebenaran dalam segi agama maupun
kebenaran dalam segi norma masyarakat. Kebenaran merupakan hal yang sulit kita
peroleh ketika kita berada ditengah-tengah masyarakat. Bagaimana tidak, si A
menganggap apa yang dilakukan itu sudah benar secara agama maupun norma
kebiasaan. Namun si B menganggap apa yang dilakukan si A itu salah dan akan
merugikan orang lain.
DIMANA POSISI MAHASISWA TAKMIR ITU?
Posted by iqbal ali wafa
On 15.33
| No comments
Ngobrol
mengenai mahasiswa, banyak sekali cerita cerita dari mereka. Entah ada yang
bertempat tinggal di kos, rumah kontrakan, pondok hingga ada pula yang menjadi
takmir. Nah, mahasiswa yang menjadi takmir inilah yang memiliki cerita unik.
Jika anak kosan mungkin seperti ada umumnya, mungkin yang mahasiswa yang mondok
memiliki cerita yang berbeda.
MAHASISWA WAJIBKAH PACARAN?
Posted by iqbal ali wafa
On 15.31
| No comments
Pacaran
? mendengar kata pacaran dikalangan mahasiswa sudah terbiasa terdengar
dikalangan masyarakat. Berjalan-jalan berdua, melupakan kejenuhan pikiran
sejenak. Menganggap dunia miliki mereka berdua. Menghiraukan sapaan dari oang
lain serta fokus dalam pembicaraan mereka. Tak urung mereka juga pernah
merasakan kemarahan sejenak. Kemarahan tersebut tidak bertahan lama dan
akhirnya baikan lagi. Namun jika sudah parah, kemarahan itu berujung kepada
perpisahan. Serem kan?
Rabu, 09 Maret 2016
Satu Pintu Terbuka
Posted by iqbal ali wafa
On 06.00
| No comments
Melihat orang
berpacaran di taman – taman kota, di alun-alun atau dipinggiran bandara sambil
melihat lalu lalang pesawat, terlihat mereka bermesraan. Ngobrol yang lama, bak
suami istri yang sudah sah menikah. Mereka saling mengobrolkan masa depanya,
menghayal masa depanya, ada juga obrolan mereka mengenai organisasi mereka.
Itulah secuil
dari orang yang berpacaran. Disisi lain pacaran dapat menjerumuskan kedalam
kenegatifan, jika tidak memiliki kontrol diri yang kuat. Akibatnya banyak terjadi
kemaksiatan-kemaksiatan, bahkan hamil dulu baru menikah atau bahkan digrebek
sama warga karena ketahuan membawa teman lawan jenisnya di kamar kos atau
kontrakanya.
Okelah, kita
jenuh dengan perbuatan mereka. Perbuatan mereka yang tidak selayaknya ada
didalam lingkungan kita. Kita sebagai korban perbuatan mereka yang berpacaran.
Entah dengan apa mereka bisa sadar baha pacaran itu sangat merugikan. Alangkah
baiknya pacaran itu setelah nikah. Walaupun sudah ada restu dari kedua orang
tua, pacaran pun masih merugikan. Bahasa lain yang lebih halus adalah “khitbah”
atau “lamaran”, itu kan belum menjadi suami istri yang sah.
Sudahlah !
urusan dosa biar mereka yang menanggung. Kita hanya koraban saja, maka tugas
kita adalah mendoakan mereka biar mendapat hidayah dari sang maha kuasa. Jika
kita berfikiran negatif terus, kesal dengan mereka dan memikirkan mereka, kita
akan rugi semdiri. Mengapa? Energi untuk memikirkan ke-irian, kekesalan,
kemarahan jauh lebih besar. Daripada kita memandang mereka negataif terus,
lebih baik kita berfikiran positif saja.
Langganan:
Postingan (Atom)