Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2014

perbedaan filsafat, pengetahuan dan agama

Posted by iqbal ali wafa On 06.57 | No comments



BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya. Itulah sebabnya syarat – syarat ilmu harus memiliki objek, terminology, metodologi, filosofi dan teori yang khas atau memiliki objek, metode, sistematika yang khas dan musti universal.

Kamis, 29 Mei 2014

GUNUNG BERAPI DAN PERADABAN MANUSIA

Posted by iqbal ali wafa On 05.05 | No comments
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ilmu Alamiah Dasar

Dosen Pengampu
Bapak dr. Christyaji Indradmojo


 Oleh
Iqbal Ali Wafa        13410055
Setyani Alfinuha    13410056
Siti Nur Aini          13410057

Kelas : B

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2013

MAKALAH ZAKAT DAN HAJI

Posted by iqbal ali wafa On 04.52 | 2 comments
OLEH
IQBAL ALI WAFA
13410055

Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Desember 2013



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Rukun islam ada lima. Zakat dan haji merupakan bagian dari ruku islam trersebut. Dalam  persoalan zakat masih belum seluruhnya dapat difahami masyarakat dengan jelas. Zakat juga dapat bermanfaat dan dapat mengurangi kemiskinan khususnya indonesia.
Namun kesadaran akan mengeluarkan bagi yang terkena wajib zakat belum maksimal. Memang dalam praktek kehidupan dimasyarakat untuk dapat memaksimalkan zakat masih belum maksimal. Untuk memahamkan saja mengenai zakat kepada masyarakat juga masih sulit diterima oleh masyarakat. Entah siapa yang harus menyadarkan akan pentingnya zakat dan hikmah dibalik zakat serta memahamkan zakat kepada masyarakat.
Dalam urusan haji, banyak diantara masyarakat yang menganut agama islam kurang memahami seluruhnya mengenai haji. Bagaimna rukunya, bagaimana syaratnya dan semua yang berhubungan dengan haji.

TEORI EVOLUSI DARWINISME DAN HARUN YAHYA

Posted by iqbal ali wafa On 04.49 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Dalam penciptaan manusia, seringkali para ilmuwan menghadapi beberapa masalah. Permasalahan yang pertama bagaimana asal usul manusia. Dari mana manusia diciptakan, dan banyak permasalahan yang akan dihadapi para ilmuwan. Ilmuwan terdahulu akan berbeda pendapat dengan ilmuwan yang sekarang. Dengan berjalanya waktu dan berkembangnya pemikiran, maka hasil dari pendapat-pendapat yang terdahulu dan sekarang akan sangat berbeda. Bahkan pendapat yang terdahulu akan berlawanan dengan pendapat para ilmuwan yang sekarang.
Para ilmuwan. Terutama yang menganut materialisme mengira bahwa teori ini adalah fakta yang sudah terbukti secara ilmiyah. Dengan sangat mendukungnya dan juga dengan sengitnya mereka menolak gagasan uyang bertentangan denganya.
Kelompok kedua terdiri atas orang-orang yang tidak punya cukup keterangan tentang berbagai pernyataan teori evolusi. Mereka tak begitu tertarik kepadanya, karena tidak menyadari kerusakan yang telah dibawa Darwinisme kepada kemanusiaan dalam satu setengah abad terakhir ini. Bagi mereka tidak menjadi masalah bahwa teori ini dicekokkan kepada masyarakat serta dipertahankan mati-matian, sekalipun secara ilmiah teori ini sudah tidak absah, sebab mereka telah menutup mata terhadap apa yang sedang berlangsung.
Seandaimnya para ilmuwan atau orang orang yang menganggap teori tersebut telah kehilangan semua nilai kebenaran ilmiahnya, mereka tidak bisa bersungguh menghadapi orang yang masih memandangnya penting, karena mereka sendiri tidak menganggapnya penting. Mereka pikir tidak perlu menerangkan ketidak-absahan teori tersebut, menerbitkan buku, atau menggelar ceramah-ceramah tentang perihal ini, sebab di mata mereka teori itu sudah jadi barang kuno atau usang.
Kelompok ketiga adalah para ilmuwan dan mereka, yang di bawah pengaruh saran dan propaganda materialis, memandang teori ini sebagai fakta ilmiah dan mencari "jalan tengah" antara teori evolusi dan iman kepada Allah. Mereka menerima segenap uraian Darwinisme tentang asal-muasal kehidupan, namun mencoba membangun jembatan yang menghubungkan teori evolusi dengan kepercayaan agama, yaitu dengan berpendapat bahwa peristiwa dalam uraian tersebut berlangsung dalam kendali Allah.
Sesungguhnya, semua pandangan itu keliru, sebab teori evolusi tidak dapat disajikan secara nalar sebagai sebuah fakta ilmiah, diabaikan seakan sepele, maupun disesuaikan dengan agama. entah dimana para ilmuwan akan menentukan kebenaran yang sah.
Namun sebagai umat islam, akan menemui bebrapa titik terang. Karena agama samawi yakni agama islam telah membenarkan bahwa allah menciptakan semua yang ada di bumi ini. Namun tetap saja umat islam membela teori yang salah dan telah terevisi dan terbkti ketidak validan.
Ada beberapa pokok masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yang diambil dari permasalahan diatas dan akan dirumuskan dalam bab berikutnya.

B.    Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini akan dikelompokkan dengan bab.
a.    Bab i membahas mengenai pendahuluan mengenai permasalahan yang ada
b.    Bab ii membahas bagaimana asal usul manusia menurut teori darwin dan menurut harun yahya
c.    Bab iii membahas mengenai asal usul manusia dikaji melalui revew dari al-qur an
d.    Bab iv membahas pendapat penulis mengenai asal usul manusia
e.    Bab v penutup

Kamis, 06 Maret 2014

ARKANUL JAMIAH

Posted by iqbal ali wafa On 19.33 | 1 comment

TARBIYAH ULUL ALBAB
UIN MALANG

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Al-Qur’an bagi umat Islam adalah  petunjuk  segala kehidupan, tak terkecuali dalam mengembangkan organisasi pendidikan yang melibatkan orang banyak. Membangun  kampus sama artinya dengan membangun orang, baik dari sisi karakter, perilaku,  keilmuan maupun  ketrampilan. Mengatur orang banyak  dengan berbagai sifatnya harus menggunakan pendekatan kemanusiaan. Sebab, manusia selain memiliki potensi maslahah, sekaligus juga menyandang potensi sifat-sifat mafsadah. Kedua sifat yang berlawanan itu tidak akan dapat dihilangkan, oleh karena itu harus disalurkan pada hal yang menguntungkan.
Dalam makalah ini, kami akan menbahas tentang unsur-unsur yang wajib terkandung dalam Universitas Islam Negeri Maliki Malang untuk pembangunan kampus islami.

Jumat, 08 Maret 2013

Posted by iqbal ali wafa On 02.25 | No comments

Adab Zikir menurut Kitab Salaf
Untuk melaksanakan dzikir didalam thariqoh ada tata krama yang harus diperhatikan, yakni adab berdzikir. Semua bentuk ibadah bila tidak menggunakan tata krama atau adab, maka akan sedikit sekali faedahnya. Dalam kitab Al-Mafakhir Al-’Aliyah fi al-Ma-atsir Asy-Syadzaliyah disebutkan, pada pasal Adab adz-Dzikr,
 sebagaimana dituturkan oleh Asy-Sya’roni, bahwa adab berdzikir itu banyak tetapi dapat dikelompokkan menjadi 20 (dua puluh), yang terbagi menjadi tiga bagian; 5 (lima) adab dilakukan sebelum bedzikir, 12 (dua belas) adab dilakukan pada saat berdzikir, 2(dua) adab dilakukan setelah selesai berdzikir.

Adapun 5 (lima ) adab yang harus diperhatikan sebelum berdzikir adalah;
1. Taubat, yang hakekatnya adalah meninggalkan semua perkara yang tidak berfaedah bagi dirinya, baik yang berupa ucapan, perbuatan, atau keinginan.
2. Mandi dan atau wudlu.
3. Diam dan tenang. Hal ini dilakukan agar di dalam dzikir nanti dia dapat memperoleh shidq, artinya hatinya dapat terpusat pada bacaan Allah yang kemudian dibarengi dengan lisannya yang mengucapkan Lailaaha illallah.
4. Menyaksikan dengan hatinya ketika sedang melaksanakan dzikir terhadap himmah syaikh atau guru mursyidnya.
5. Menyakini bahwa dzikir thariqoh yang didapat dari syaikhnya adalah dzikir yang didapat dari Rasulullah Saw, karena syaikhnya adalah naib (pengganti ) dari beliau.

Sedangkan 12 (dua belas) adab yang harus diperhatikan pada saat melakukan dzikir adalah:
1. Duduk di tempat yang suci seperti duduknya di dalam shalat..
2. Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya.
3. Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan bau wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya.
4. Memakai pakaian yang halal dan suci.
5. Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan.
6. Memejamkan kedua mata, karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dzahir, karena dengan tertutupnya indra dzahir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati/bathin.
7. Membayangkan pribadi guru mursyidnya diantara kedua matanya. Dan ini menurut ulama thariqoh merupakan adab yang sangat penting.
8. Jujur dalam berdzikir. Artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang).
9. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran. Dengan kejujuran serta keikhlasan seseorang yang berdzikir akan sampai derajat ash-shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan) kepada syaikhnya. Jika dia tidak mau mengungkapkan hal itu, berarti dia berkhianat dan akan terhalang dari fath (keterbukaan bathiniyah).
10. Memilih shighot dzikir bacaan La ilaaha illallah , karena bacaan ini memiliki keistimewaan yang tidak didapati pada bacaan- bacaan dzikir syar’i lainnya.
11. Menghadirkan makna dzikir di dalam hatinya.
12. Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah dengan La ilaaha illallah , agar pengaruh kata “illallah” terhujam di dalam hati dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.

Dan 3 (tiga) adab setelah berdzikir adalah:
1. Bersikap tenang ketika telah diam (dari dzikirnya), khusyu’ dan menghadirkan hatinya untuk menunggu waridudz-dzkir. Para ulama thariqoh berkata bahwa bisa jadi waridudz-dzikr datang dan sejenak memakmurkan hati itu pengaruhnya lebih besar dari pada apa yang dihasilkan oleh riyadlah dan mujahadah tiga puluh tahun.
2. Mengulang-ulang pernapasannya berkali-kali. Karena hal ini – menurut ulama thariqoh- lebih cepat menyinarkan bashirah, menyingkapkan hijab-hijab dan memutus bisikan–bisikan hawa nafsu dan syetan.
3. Menahan minum air. Karena dzikir dapat menimbulkan hararah (rasa hangat di hati orang yang melakukannya, yang disebabkan oleh syauq (rindu) dan tahyij (gairah) kepada al-madzkur/Allah Swt yang merupakan tujuan utama dari dzikir, sedang meminum air setelah berdzikir akan memadamkan rasa tersebut.

Para guru mursyid berkata: ”Orang yang berdzikir hendaknya memperhatikan tiga tata krama ini, karena natijah (hasil) dzikirnya hanya akan muncul dengan hal tersebut.” Wallahu a’lam. 

Sabtu, 26 Mei 2012

PSIKOLOG

Posted by iqbal ali wafa On 19.14 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Psikologi sebagai satu ilmu pengetahuan sudah berdiri sendiri sekitar abad ke 18, dari berbagai tokoh kemudian terbentuk aliran-aliran psikologi dengan berbagai teorinya masing-masing. Tujuan dari berbagai aliran tersebut tiada lain hanyalah ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang ilmu yang mempelajari tentang jiwa ini.

HUBUNGAN MASYARAKAT ISLAM

Posted by iqbal ali wafa On 19.12 | No comments
PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dalam bumi ini. Manusia dibekali akal, hati, nafsu dan syahwat oleh Allah SWT. Dari sinilah manusia derajatnya terangkat jauh di atas para malikat dan para

GURU PROFESIONAL

Posted by iqbal ali wafa On 19.10 | No comments
 GURU
Kata dasar Guru, banyak sekali artinya dalam bahasa keseharian kita. Ada yang bilang artinya sebagai pengajar, pendidik dan pembagi ilmu. Bahasa Jawa mengasumsikan sebagai diGugu lan ditiru yang artinya, diperhatikan dan ditiru segala tingkah lakunya yang positif. Itu sebabnya,saya menulis judul makalah ini, Guru Profesional. Alasannya?

PESERTA DIDIK

Posted by iqbal ali wafa On 19.08 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan sangatlah penting bagi semua orang didunia, karena pendidikan sebagai tolak ukur dari seseorang dianggap layak dan tidak layak. Dalam pendidikan juga adanya peserta didik yang ikut berperan dalam kegiatan mengajar atau mentransfer ilmu pengertauhan dari seorang guru.
KEADAAN PENDIDIKAN ISLAM
DI LINGKUNGAN INDONESIA


A. Keberadaan Pendidikan Islam di Indonesia pada Masa Awal

kegiatan pendidikan Islam di Indonesia lahir dan tumbuh serta berkembang bersamaan dengan masuk dan berkembangnya islam di Indonesia. Sesungguhnya kegiatan pendidikan Islam tersebut merupakan pengalaman dan pengetahuan yang penting bagi kelangsungan perkembangan Islam dan umat Islam, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Unordered List

Labels